Senin, 25 Februari 2019

kadang kebenaran tidak harus dibuktikan

"kadang kebenaran tidak selalu dibuktikan"

      Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan sahabat saya, seperti biasa saat kita ketemuan kita lebih senang menghabiskan waktu dengan memilih satu cafe dimana kita disana bisa duduk 2 sampai 3 jam, biasanya kita suka shareing tentang sesuatu yang bermakna yang pernah dialami oleh masing -masing pribadi. 
        Ada hal yang menarik yang bisa disimpulkan dari pengalaman pribadinya dia bercerita beberapa hari yang lalu dia berargumen dengan suaminya, karena bagi suaminya dia adalah seorang ibu yang tidak bisa mengurus anaknya dengan baik, karena ada dua pernytaan yang pernyataan itu menguatkan untuk menyatakan jelas-jelas dia salah. orangtuanya mengajarkan kepadanya "KALAU SALAH HARUS MENGAKUI, CEPAT-CEPAT MINTA MAAF DAN BERUBAH TAPI KALAU KAMU BENAR HARUS BERANI MEMPERTAHANKAN DENGAN DEMIKIAN KAMU MENJADI ORANG YANG BERINTEGRITAS TIDAK ABU-ABU." 
         karena itu melekat kuat dalam dirinya diapun tidak mau diam saja dalam argumen tersebut, karena dia merasa tidak terima disalahkan, karena dia bener-bener tidak tahu akan informasi tersebut dan dia harus pertahankan kalau dia tidak mengada ngada. Dia berusaha untuk mencari kebenaran itu, kemudian dia mengatakan kepada suami " Hayuk... duduk bersama biar jelas, kalau saya memang tidak tau bukan berkelit."
         Ternyata dari yang diajak untuk duduk bersama, menolak karena tidak punya waktu, karena waktunya baru padat,. akhirnya dia diam saja karena sudah merasa capek, sambil berharap ada sesuatu yang selewat masalah ini membuat dia menjadi bijak dan dewasa dalam menjalani kehidupan ini, ternyata benar apa yang diharapkannya terwujud.
1. Tidak sengaja lihat postingan teman di Fb dengan kalimat "kebenaran belum tentu suatu yang tampak, sesuatu yang tidak tampak belum tentu ketidakbenaran.
2. Suaminya mendapatkan pesan yang diteruskan yang isinya adalah "kadang kebenaran tidak bisa dibuktikan"
3. Dalam kondisi suasana hati yang lagi kesal dia memakasankan diri untuk mengabil waktu membaca renungan harian yang berjudul "Polusi suara". Kita tahu polusi udara tidak baik untuk kesehatan , berarti polusi suarapun tidak baik untuk suatu hubungan .
         Akhirnya dia dan suaminya karena ke tiga pernyataan diatas bisa membuat hubungan mereka menjadi berdamai kembali tanpa harus duduk bersama untuk membuktikan kebenaran tersebut. Initinya adalah pernyataan atau kalimat yang diutarakan oleh seseorang atau beberapa orang bisa berdampak baik bisa berdampak buruk, oleh sebab itu kita membutuhkan sesuatu yang harus kita masukkan kedalam pikiran untuk kita punya banyak kekuatan untuk menangkal pernyataan buruk yang merusak, dan yang kedua adalah dalam menyelesaikan permalasahan selalu minta pertolongan kepada Tuhan untuk membantu kita didalam menyelesaikan permalasahan, karena ada banyak hal yang kadang kita tidak bisa lakukan untuk membela diri kita seperti tadi tidak ada waktu yang cocok untuk bertemu, mungkin kekuasaan , atau sesuatu yang mebuat kita lemah sehingga tidak dapat menyatakan tentang suatu kebenaran yang sebenarnya tetapi Tuhan punya banyak cara untuk bisa membela anaknya , dan yang terahir adalah ada banyak cara Tuhan untuk membatalkan sesuatu sehingga kita tidak bisa menyalurkan emosi atau berbuat apa2 selain mengambil waktu berserah didalam ketidaknyaman dan merenungkan yang terjadi untuk membuat kita menjadi bijak dan dewasa daripada menghabiskan waktu untuk memuaskan emosi.

Semoga bermanfaat !!






Tidak ada komentar:

Posting Komentar